Jihad adalah kata yang berasal dari Bahasa Arab yang berarti berjuang untuk tujuan tertentu. Dalam Al Qur'an ketika Allah (Tuhan) menyerukan kepada orang-orang untuk terlibat dalam Jihad ini, mengacu pada perjuangan yang mulia.
Jihad ini dapat dilakukan dalam banyak cara [yang semuanya berusaha untuk membangun dan mempromosikan perdamaian dalam masyarakat]:
Perjuangan untuk reformasi diri sendiri: Ini adalah dianggap sebagai Jihad terbesar itu adalah perjuangan melawan godaan nafsu kita seperti keserakahan, nafsu dan hasrat duniawi lainnya. Hal ini menjadikan diri kita menjadi lebih disiplin sehingga kita mampu mengendalikan moral, pikiran dan tindakan kita.
Kewajiban umat Islam untuk menyampaikan pesan Islam yang sejati kepada orang lain: Al-Qur'an menekankan bahwa bentuk Jihad harus dilaksanakan dengan kebijaksanaan, toleransi dan hormat kepada orang lain dan keyakinan mereka dan melarang penggunaan paksaan atau kekuatan apapun.
Pengorbanan harta untuk membantu orang miskin: Membantu mereka yang membutuhkan, terlepas dari warna kulit, kepercayaan atau ras, adalah sebuah bentuk jihad yang tidak lain untuk membantu meringankan penderitaan manusia, tetapi juga membangun perdamaian dan harmoni sosial antara yang kaya dan miskin.
Pertempuran untuk Membela diri: Al-Qur'an telah membuat jelas bahwa jenis jihad ini (yang merupakan Jihad urutan yang lebih rendah) hanya bisa dilakukan dalam keadaan tertentu saja (keadaan darurat).
Basmalah atau Bismillah adalah bacaan yang sudah lazim di kalangan umat Islam. Bacaan itu biasanya diucapkan ketika membaca kitab suci Alquran maupun ketika akan memulai satu hal, misalnya makan, duduk, memulai pekerjaan dll.
Bacaan tersebut adalah:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
-- bismillahir-Rahmaanir-Rahiim --
"Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Maha Penyayang"
Di awal Alquran, yakni Q.S. Al Fatihah ayat pertama Dia telah memperkenalkan Diri-Nya kepada umat manusia bahwa Dia adalah Ar Rahman (Maha Pemurah) dan Ar Rahim (Maha Penyayang).
Mengenai kata Allah dalam Alquran dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat terbitan Jemaat Ahmadiyah (1997) tertulis:
Allah itu nama Dzat Maha Agung, Pemilik Tunggal semua sifat kesempurnaan dan sama sekali bebas dari segala kekurangan. Dalam bahasa Arab kata Allah itu tidak pernah dipakai untuk benda atau zat lain apa pun. Tiada bahasa lain memiliki nama tertentu atau khusus untuk Dzat Yang Maha Agung itu. Nama-nama yang terdapat dalam bahasa-bahasa lain, semuanya nama-penunjuk-sifat atau nama pemerian (pelukisan) dan seringkali dipakai dalam bentuk jamak; akan tetapi, kata "Allah" tidak pernah dipakai dalam bentuk jamak. Kata Allah itu "ism dzat," tidak "musytak," tidak diambil dari kata lain, dan tidak pernah dipakai sebagai keterangan atau sifat. Karena tiada kata lain yang sepadan, maka nama "Allah" dipergunakan di seluruh terjemahan ayat-ayat Alquran. Pandangan ini didukung oleh para alim bahasa Arab terkemuka. Menurut pendapat yang paling tepat, kata "Allah" itu, nama wujud bagi Dzat yang wajib ada-Nya menurut Dzat-Nya Sendiri, memiliki segala sifat kesempurnaan, dan huruf al adalah tidak terpisahkan dari kata itu (Lane).
Situs Cinta-Islam ini adalah situs web yang Independen dan tidak mengatasnamakan organisasi manapun.
Tim Cinta-Islam bertanggung jawab penuh atas isi halaman web ini.
Silakan Mengutip isi website ini, dengan menyertakan URL atau alamat sumber artikel yang dikutip. Minimal menyertakan kata "Cinta-Islam.web.id"
Mengenai ketentuan pengutipan ayat Alquran didalam Cinta-Islam --sesuai dengan sabda Yang Mulia, Rasulullah saw-- maka basmalah dihitung sebagai ayat pertama. Selengkapnya, silakan disimak penjelasannya pada artikel Rahasia Basmalah
Terakhir, Kami sangat berterimakasih atas kunjungan dan komentar dari saudara-saudara sekalian.
Jazakumullah ahsanal Jaza, dan terima kasih atas kunjungannya.
Statistik Pengunjung Cinta-Islam
Hari ini
685
Kemarin
2433
Minggu ini
7670
Minggu Lalu
39668
Bulan ini
30378
Bulan Lalu
129260
Semuanya
1501492
We have: 27 guests, 5 bots online IP Anda: 38.107.191.114 , Hari ini: Sep 09, 2010