|
Ketika kita menemui Hari Raya, akan terasa indahnya karunia Ilahi. Oleh karena itu, patutlah kita bersyukur ke hadirat Allah Ta'ala dan tidak melupakan-Nya walaupun kita ada dalam keadaan gembira. Dan bagaimana cara mensyukuri nikmat-Nya? ya, salah satunya adalah beribadah kepada-Nya.
Dalam artikel ini saya akan menyajikan tata-cara ibadah (secara luas) yang dilaksanakan Rasulullah saw. di masa beliau saw.
-
Tidak melupakan Allah Ta'ala, dengan melaksanakan Shalat Ied sebanyak dua rakaat
عن عبد الرحمن بن ابي ليلي ذكره عن عمر بن الخطباب رضي الله عنه قال صلاى الاضحي ركعتان و صلاة الفطر ركعتان
Dari Abdurrahman binabi Laila dari Umar Ibnu Khotab katanya bilangan rakaat shalat iedul adha dua rakaat shalat iedul fitri dua rakaat. (sunan An-Nasa’I Jld II hal 239,hr.no 1540)
-
Dilakukan pagi hari, selambat-lambatnya sebelum tengah hari
-
Hendaknya dilakukan secara berjamaah
-
Pembacaan Alfatihah dan Surat-surat lainnya dibaca nyaring
-
Tidak ada azan dan iqomat,
Dibawah ini adalah hadits yang mendukung hal tersebut:
عن عطاء عن جابر قال صلي بنا رسول الله ص م في عيد قبل الخطبه بغير اذان ولا اقامة
Artinya: Dari Atha dari jabir katanya “rasulullah saw melakukan shalat ied bersama kami sebelum melakukan khotbah tanpa didahului adzan dan iqomat. (An-Nasa’I Jld II,no.1536,hal 237)
-
Sebaiknya dilakukan di lapangan
-
Tidak ada shalat sunnat lainnya, karena shalat ied ini merupakan shalat Sunnat juga
عن سعيد بن جبير عن ابن عباس ان النبي ص م خرج يوم العيد فصلي ركعتين لم يصل قبله ول بعدها
Dari sa’id Ibnu Jubair dari Ibnu Abbas r a ketika keluar untuk melakukan shalat ied,maka nabi saw hanya melakukan shalat ied sebanyak dua rakaat tanpa melakukan shalat apapun sebelum maupun sesudahnya. (Sunan An-Nasa’I Jld II hal 253,hr.no 1561)
-
Khutbah I dan dilanjutkan Khutbah II
عن سماك قال سالت جابرا كان رسول الله ص م يخطب قائما قال كان رسول الله ص م يخطب قائما ثم يقعد قعدة ثم يقوم
Dari Simaak katanya, ”aku brtanya pada jabir r a apakah belia rasulullah saw berpidato sambil berdiri?” jawab Jabir ”biasanya jika beliau berpidato, maka beliau berdiri,kemudian beliau duduk sejenak, dan selah itu beliau berdiri lagi untuk khotbah yang kedua. (An-Nasa’I jld II,hal 243 no 1548)
-
Tahmid dan menghaturkan pujian ketika khutbah
عن جابر بن عبدالله قال رسول الله ص م يقول في خطبته يحمد الله ويثني عليه بما هواهله ثم يقول فمن يهد الله فلا مضلاله
Dari Jabir Bin Abdillah katanya "ketika pidato biasanya rasululah saw mengawalinya dengan tahmid dan menghaturkan pujian pada Allah sebagaimana mestinya, selanjutnya beliau bersabda barang siapa yang telah diberi petunjuk oleh Allah maka tidak disesatkan oleh Allah. (An-Nasa’I jld II,hal 246 no 1552)
-
Mengambil jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang
-
Memperbanyak takbir
-
Khutbah dilaksanakan setelah shalat id
عن عطاء قال سمعت ابن عباس يقول اشهد اني شهدت العيد مع رسول الله ص م فبدا باالصلاة قبل الخطبه ثم خطب
Dari Atha katanya ”Aku pernah mendengar Ibnu Abbas r a berkata “aku bersaksi bahwa aku pernah shalat ied bersama rasulullah saw ketiaka itu beliau melakukan shalat ied lebih dahulu sebelum melakukan khotbah ied. setelah melakukan shalat ied barulah beliau berkhotbah.(An-Nasa’I jld II hal 241.no.1543)
-
Rakaat pertama: setelah takbiratul ihram, hendaknya dilakukan 7 takbir dan rakaat kedua 5 takbir
-
Jika bertepatan dengan shalat Jum'at, maka Shalat Jum'at tetap dilaksanakan
-
Sebelum shalat, disunahkan mandi, dan memakai wangi2an
-
Wanita yang sedang haid, dianjurkan datang, namun tidak ke tempat shalat, dan tidak shalat, dan mengambil jarak yang jauh dari tempat shalat.
Salat hari raya Idul Fitri dikatakan muakkad karena Nabi s a w tidak pernah meninggalkan kedua salat ini (melakukannya secara rutin) dan lebih lagi beliau memerintahkan kaum wanita haid untuk menghadirinya.
عن ايوب عن حفصة قالت كانت ام عطية لاتذكر رسول الله ص م الا قالت بابا فقلت اسمعت رسول الله ص م يذكر كذاوكذا فقالت نعم بابا قال ليخرج العوائق وذوات الخدور والحيض ويشهدن العيد ودعوة المسلمين وليعتزل الحيض المصلي
Dari Ayyub bin Hafshah katanya biasanya Ummu Athiyah jika mengingat rasullah saw maka ia menyebutkan “demi Ayahku kataku”tidak kah pernah engkau mendengar rasulallah saw bersabda “hendaknya bagi remaja putri,para gadis dankaum waita yang sedan haid diperintahkan untuk menghadiri majlis shalat ied dan mendatangi undangan kaum muslim,hanya saja bagi wanita yangsedan haid hendaklah tidak ikut shalat”jawab Ummu ‘Athiayah”demi ayah ku memang aku pernah mendengar beliau bersabda seperti ini.(sunan An-Nasa’I Jld II hal 234,hr.no 1532,1531)
-
Yang tidak sanggup shalat id, boleh shalat dua rakaat di rumahnya
Sunnah yang Berkaitan dengan Idul Fitri
-
Sebelum shalat, hendaknya makan
-
Kalau pada malam hari 29 ramahdan belum terlihat bulan, maka kaum Muslimin terus berpuasa besok (30 ramadhan). jika pada waktu Dzuhur (30 Ramadhan) diumumkan bahwa bulan sudah terbit pada malam hari, maka saait itu juga kaum Muslimin berbuka puasa dan keesokan harinya melaksanakan shalat Ied
Sunnah yang Berkaitan dengan Idul Adha
-
Lebih dipercepat ketimbang Idul Fitri
-
Orang yang mendapatkan taufiq dan karunia dari Allah Ta'ala hendaknya menyembelih kurban.
-
Lembu untuk 7 orang, dan Unta untuk 10 orang
-
Orang yang menyembelih kurban, mulai tanggal 1 Dzulhijjah tidak boleh memotong kuku atau rambut, sebelum korban disembelih pada hari ke-10 atai 11
-
Daging kurban boleh dimakan yang berkurban, asal tidak semuanya.
-
Sembelihan tidak boleh disembelih sebelum shalat Ied karena akan bernilai hanya daging biasa saja.
-
Dianjurkan disembelih sendiri oleh yang berkurban, kecuali ada halangan
-
Hewan kurban tidak boleh cacat
-
Ketika menyembelih ucapkan: bismillahi Allahu akbar
-
Boleh memotong kurban untuk orang yang sudah wafat
----------------------------
sumber: Tuntunan Ibadah Shalat, Muhammad Sadiq HA Barakatullah, Jemaat Ahmadiyah Indonesia: 1999
|