|
Allah Ta'ala berfirman dalam QS. Al Mu'minun 2-10 *) :
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ o الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ o وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ o وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ o وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ o إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ o فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ o وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ o وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ o
artinya:
Sungguh sukseslah orang-orang yang beriman; [yakni]:
- Orang-orang yang khusyu' [merendahkan diri] didalam shalat mereka
- Orang-orang yang berpaling dari hal yang sia-sia
- dan orang-orang yang membayar zakat
- dan orang-orang yang menjaga kemaluannya; kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak mereka maka sesungguhnya hal tersebut tidak tercela. Tetapi barangsiapa menghendaki lebih dari itu, maka mereka termasuk orang-orang yang melampaui batas.
- Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan perjanjian-perjanjian mereka.
- Dan orang-orang yang memelihara shalat mereka.
Penjelasan:
Khusyu'
Seorang mukmin (orang yang beriman) mempunyai tujuan hidupnya, yakni beribadah dan mencari Ridho-Nya. oleh karena itu, langkah pertama yang harus ia tempuh adalah bisa Khusyu' dihadapan Sang Maha Raja, dengan sepenuh hati, merasa gentar, dan merendahkan diri.
Di dalam Alquran dijelaskan:
وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ
Tolong menolonglah kalian dengan sabar dan shalat/doa dan sesungguhnya hal itu sangat berat kecuali atas orang-orang yang khusyu'merendahkan diri di hadapan Allah Ta'ala. (QS Albaqoroh [2]: 46) *)
Jika shalatnya benar-benar dilaksanakan dengan sebaik mungkin, maka kekhusyu'an shalat itu akan membekas dalam kehidupan keseharian sebagai sifat:
- Khusyu' dalam arti bisa memfokuskan diri dengan satu pekerjaan dan tidak terpengaruh dengan hal-hal lain yang mengganggu
- Khusyu' dalam arti ia bisa merendah dihadapan orang lain rendah hati atau tidak sombong; atau ia bisa bersikap ramah dan pengasih terhadap sesama.
sifat-sifat diataslah yang menjadikan seseorang bisa sukses.
Berpaling dari Hal yang Sia-Sia
Seseorang yang khusyu' atau fokus atau mampu berkonsentrasi dalam shalatnya maka otomatis ia bisa terhindar dari hal yang sia-sia.
Salah satu misal: Seorang mukmin itu akan menghindari rokok, karena rokok itu:
- Secara medis akan merusak tubuh karena ratusan racun bisa masuk kedalam tubuh kita.
- Hampir tidak ada manfaatnya
- Mengganggu orang lain.
- Pemborosan -- lebih baik dibelanjakan untuk keperluan yang lebih bermanfaat, misalnya membeli makanan yang bergizi (misal: buah-buahan)
- dll.
Karena hal diatas, seandainya Rasulullah saw masih hidup hingga saat ini, niscaya beliau akan melarang kaum muslimin untuk merokok.
Zakat dan Pengorbanan Harta
Seorang mukmin yang sukses tentu ia akan mengingat Allah Ta'ala atas karunia yang telah Dia berikan, yakni dengan cara Zakat dan Berkorban di jalan Allah Ta'ala karena hal itulah yang akan:
- Mensucikan jiwa kita karena menurut Alquran [Q.S. 9:3], dengan Zakat dan pengorbanan harta, maka hal tersebuat akan membersihkan dan mensucikan jiwa kita.
- Melipat gandakan harta kita. Dengan lebih banyak berkorban berarti kita bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya dan sebagai balasannya Allah Ta'ala akan mengantinya dengan berlipat ganda. Hal ini sangat banyak dijelaskan dalam Alquran
- Membuat diri kita termotivasi lebih giat lagi dalam berusaha mencari karunia Ilahi
- Menjauhkan kita dari bala bencana.
Menjaga Kemaluan
Salah satu ciri mukmin adalah bisa menjaga hawa nafsunya karena Allah Ta'ala. Dengan bisa menjaga kemaluan maka kita akan mendapat:
- Kredibilitas yang tinggi karena kita --dimata tirang lain dan Allah Ta'ala-- akan dianggap sebagai orang yang bisa menjaga diri.
- Akhlak kita terbebas dari pengaruh-pengaruh jahat pergaulan bebas sehingga jiwa kita akan selalu suci
- Terhindar penyakit kelamin
- Terhindari dari penyakit AIDS yang mematikan
Bisa Menjaga Amanat dan Perjanjian
Salah satu kunci suskes seseorang di dunia dan diakherat serta kunci pengabulan doa adalah bisa menjaga amanat dan perjanjian. Hal itu bisa meningkatkan trusting/kepercayaan orang lain terhadap pribadi atau usaha kita. Sehingga rizki-pun otomatis akan mengalir karena --Allah Ta'ala dan orang-orang-- memandang akhlak kita itu.
Menjaga Shalat
Dengan menjaga shalatlah kita:
- Akan diberikan rizki yang lebih karena Allah Ta'ala-lah Yang Maha Pemberi Rizqi (Ar-Razzaq)
- Akan terhindar dari perbuatan keji, curang, korupsi dan perbuatan buruk lainnya -- karena kita selalu ingat akan Allah Ta'ala [yang selalu mengawasi kita]
Semoga bermanfaat..
----------------
*) Jika Basmalah dihitung sebagai ayat pertama. selengkapnya baca mengenai Rahasia Basmalah.
|