Facebook Page: 125863886166 Tumblr: cinta-islam Twitter: cinta_islam External Link: isamujahid.wordpress.com
 
Halaman Utama Artikel Cinta Islam Islam Hubungan antara Kewafatan Isa a.s. dengan Turunnya Kembali di Akhir Zaman: Bab Satu
Hubungan antara Kewafatan Isa a.s. dengan Turunnya Kembali di Akhir Zaman: Bab Satu
Written by Admin   
Thursday, 01 April 2010 11:50
Share/Save/Bookmark

Berikut ini saya sajikan Skripsi saya yang berjudul "HUBUNGAN ANTARA KEWAFATAN ISA A.S. DENGAN TURUNNYA KEMBALI DI AKHIR ZAMAN" pada tahun 1428 H/1386 HS/2007 M sebagai studi Kritis terhadap buku: Jangan Ditunggu!!! Isa bin Maryam Tidak akan Turun di Akhir Zaman! Karya: Huttaqi. Silakan dinikmati:

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Cover SkripsiDalam Alquran Karîm, Allah Ta’âla berfirman:

“Tunjukilah kami pada jalan yang lurus; Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka, bukan atas mereka yang dimurkai dan bukan pula yang sesat.” (QS. Al Fâtihah [1]: 6-7)[1]

Turunnya sosok Isa Almasih masih menjadi perdebatan sengit dari berbagai kalangan, baik Yahudi (yang menyebutnya Al Masyih [Ibrani/Aramic] atau Almasih [Arab/Latin][2]), Kristen (yang menyebutnya Jesus/Messiah [Inggris]; Yesus/Mesias [Indonesia][3]) maupun agama Islam (yang menyebutnya ‘Isa Al Masîh[4]) sehingga mereka mempunyai narasi yang berbeda-beda mengenai diri Nabi Isa a.s.

Sedangkan mengenai turunnya Almasih, kaum Yahudi menginginkan sosok juru selamat yang akan membebaskan mereka dari perbudakan, melepaskan dari kekangan bangsa-bangsa lain dan bisa memerintah sesuai Syariat Taurat. Akibatnya keadilan dan kedamaian akan merata serta bumi akan menjadi subur[5]. Begitu pula Agama Kristen, mereka mendambakan kedatangan Yesus sang juru selamat dunia yang akan menyelamatkan mereka dari dosa[6]. Sedangkan dalam agama Islam, mereka menginginkan seorang sosok Almasîh yang tugas utamanya adalah untuk memenangkan agama mereka di atas agama-agama semuanya (QS: At-Taubah [9]:33, Al-Fath [48]:29, As Shâf [61]:10), membunuh Dajjal dan Ya’juj dan Ma’juj[7], menjadi penguasa yang adil, merusak salib, membunuh babi, menghabisi peperangan, dan melimpahkan harta benda [8].

 

Memang dari ketiga agama tersebut seolah-olah menjanjikan satu sosok agung yang sama [yaitu Messiah atau dalam bahasa lain disebut Al Masîh] yang bisa memenangakan agama mereka di atas agama-agama lain. Namun secara logika, apakah mungkin ada tiga agama yang unggul? Atau Tuhan menjanjikan kemenangan tiga agama sekaligus dengan juru selamat yang berbeda? Ataukah hanya satu juru selamat yang akan datang?

Kaum Yahudi tidak bisa memahami berita-kenabian Isa a.s.. Mereka menyangka bahwa Almasih akan menjadi raja Yahudi yang akan memimpin mereka secara ruhani (agama) maupun jasmani (negara/politik) (Yohanes 12:13[9]). Hal itu disebabkan mereka mengartikan Nubuatan itu secara harfiah.

Sedangkan Kaum Kristen, mereka menolak kenabian Hadhrat Muhammad saw.. Hal ini disebabkan keyakinan Trinitas yang mereka pahami itu sangat bertentangan dengan ajaran Tauhid yang dijunjung tinggi Rasulullah saw.. Kaum Muslimin pun tidak jauh berbeda. Ada yang masih menunggu-nunggu kehadiran Almasih, ada pula yang telah menerima kedatangannya, namun ada sebagian golongan lain yang merasa putus asa dalam penantian itu.

Karena Umat Yahudi tidak mau mengakui Almasih yang telah Dia utus, bahkan berusaha untuk membunuhnya, maka Tuhan mengklaim mereka sebagai orang-orang yang dimurkai[10]. Sedangkan agama Kristen yang menyatakan dirinya pengikut Almasih, mereka berlebihan mengimani Almasih a.s, sampai-sampai menyamakan derajat beliau a.s. dengan Tuhan. Oleh karena itu Allah Ta’ala pun mengklaim mereka sebagai orang-orang yang sesat[11]. Sedangkan umat Islam yang mana Tuhan masih memberikan kenikmatan[12] itu diperintahkan untuk terus berdoa agar kenikmatan itu tetap terjaga, hingga Almasîh Muhammadi akan datang dan tetap menjaga kesegaran agama yang telah diridhoi Tuhan itu.

Namun ada satu paradigma yang berbeda, yaitu keyakinan bahwa Nabi Isa a.s tidak akan turun kembali ke dunia ini dan satu buah pemikiran itu adalah dengan diterbitkannya buku yang berjudul “Jangan Ditunggu!!! Isa bin Maryam Tidak akan Turun di Akhir Zaman!“[13] Secara umum, isi dari buku tersebut adalah sebagai berikut:

BAB I dalam buku itu, Huttaqi memberi judul Isa bin Maryam dalam Al-Qur'an. Di sana, Huttaqi “murni” mengutip ayat-ayat Alquran dan terjemahannya dari Alquran Departemen Agama Republik Indonesia yang berkaitan dengan Isa ibnu Maryam.

Selanjutnya, BAB II diberi judul Pemetaan perbedaan pendapat. BAB ini berisi pemetaan perbedaan pendapat secara umum mengenai Nabi Isa antara agama Islam, Kristen dan Yahudi. Di kalangan umat Islam juga terdapat enam perbedaan. Barulah setelah itu Huttaqi membahas satu per satu dari enam pendapat tersebut.

BAB III berjudul Apakah Nabi Isa bin Maryam sudah wafat ataukah masih hidup. Dalam BAB ini, Sang pengarang menulis bahwa tidak ada satupun ayat mutasyâbihat yang menunjukkan bahwa Isa bin Maryam akan turun. Setelah itu Sang pengarang menyimpulkan bahwa sebenarnya bahwa Nabi Isa diwafatkan oleh Allah secara biasa kemudian derajatnya ditinggikan, diangkat derajatnya oleh Allah swt. “Nabi Isa bin Maryam sudah wafat dan tidak akan turun di akhir zaman” karena seseorang yang telah wafat hanya akan dibangkitkan kembali ketika di akhirat.

BAB IV berjudul Nabi Muhammad saw. adalah Khataman Nabiyyin. Setelah menaganalisa arti khotaman nabiyyin, di akhir bab, Huttaqi memberikan kesimpulan bahwa Dalam pemahaman tentang QS. Al Ahzab: 40 ini, bahwa benar-benar Nabi Muhammad saw adalah Nabi yang terakhir, yang penghabisan penutup para Nabi, dan tidak ada Nabi lagi sesudah beliau saw. Oleh karena itu, Nabi Isa putra Maryam pun tidak akan turun lagi nanti di akhir zaman.

BAB V yang mengambil judul Sanggahan atas Nabi Isa bin Maryam akan turun diakhir Zaman itu, Huttaqi menyanggah beberapa argumentasi Harun Yahya mengenai ayat-ayat Alquran yang dipakai sebagai hujjah bahwa “Nabi Isa bin Maryam akan turun di akhir zaman”. Kemudian ia memberikan penjelasan mengenai kritik hadits disertai 46 hadits mengenai kedatangan Isa as. di akhir zaman yang dikutip penuh dari Makalah “Turunnya Isa bin Maryam pada Akhir Zaman” oleh Imam Jalaluddin Abdur Rahman As Syuyuthi”.

Di akhir analisa hadits-hadits tersebut, ia memberikan pernyataan bahwa hadits-hadist tersebut sanadnya tidak mutawatir (ahad) sehingga tidak bisa dijadikan hujjah. Hal itu disebabkan karena bertentangan dengan Alquran yang menyatakan bahwa Nabi Isa a.s. telah wafat; bertentangan dengan Khataman Nabiyyin Rasulullah saw.; Agama Islam telah sempurna; Hadits-hadits tentang turunnya Nabi Isa di akhir zaman matannya bertentangan dengan hadits-hadits yang lain; Bertentangan dengan akal sehat, pengamatan panca indera atau sejarah. Lalu ia menyimpulkan secara tegas:

“Oleh sebeb itu maka, dapatlah kita tegaskan bahwa hadits-hadits tentang ‘Turunnya Nabi Isa bin Maryam di akhir zaman’ berapapun jumlah hadits-hadits yang ada, adalah tertolak dan tidak bisa digunakan sebagai hujjah. Artinya bahwa ‘Nabi Isa bin Maryam tidak akan turun lagi di akhir zaman’.”[14]

Kemudian BAB VI menjelaskan mengenai keyakinan umat Nasrani berdasarkan Al-Kitab bahwa Yesus akan datang lagi diakhir zaman. Dilanjutkan dengan BAB VII. Dalam bab tersebut, Huttaqi memperbandingan Secara Matan/Isi dari Hadits-hadits tentang Turunnya Isa Putra Maryam dengan Alkitab atau Injil yang Diyakini oleh Umat Nasrani. Ia menyimpulkan bahwa di dalam hadits-hadits tersebut terdapat banyak persamaan pandangan dengan Bible. Seakan-akan hadits-hadits tersebut mengadopsi keyakinan umat Nasrani.

Oleh karena itu penulis berusaha menganalisa ulang pemikiran tersebut dengan beberapa argumen yang berdasarkan dalil-dalil Naqli maupun Aqli. Usaha ini membuahkan sebuah skripsi yang berjudul “Hubungan antara Kewafatan Nabi Isa a.s dengan Turunnya Kembali di Akhir Zaman”.

 

B. Tujuan Penulisan

  1. Menjelaskan paradigma mengenai kewafatan Isa Almasih a.s. yang banyak dipertentangkan oleh kaum Muslimin, Kristen dan Yahudi.
  2. Menjelaskan beberapa permasalahan seputar Isa Almasih, terutama mengenai masalah turunnya beliau a.s. di akhir zaman. Hal ini guna menjawab beberapa permasalahan yang ada di dalam buku Jangan Ditunggu!!! Isa bin Maryam Tidak akan Turun di Akhir Zaman!!! karya “Huttaqi”.
  3. Memaparkan beberapa paradigma Hazrat Mirza Ghulam Ahmad as. mengenai masalah Penyaliban, kewafatan dan turunnya Al-Masih sebagai bentuk pembaruan (tajdîd) dalam pemikiran keislaman mainstrim.

C. Pembatasan Dan Perumusan Masalah

1. Pembatasan Masalah

Dalam penulisan skripsi ini, penulis membatasi permasalahan Isa Almasih (Yesus Kristus) hanya dalam ruang lingkup:

  1. Penyaliban
  2. Kewafatan
  3. Turunnya di akhir zaman.

Dalam membahas hal ini, Penulis menggunakan dalil-dalil ‘Aqli (logika) dan Naqli (normatif) dari Kitab Suci Alquran, Hadits-hadits maupun Alkitab/Bible[15] dan referensi-referensi lain yang relevan.

 

2. Perumusan Masalah

Setelah melihat latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan permasalahan di atas dengan satu kalimat pertanyaan, yaitu Apa hubungan antara kewafatan Isa Almasih a.s. dengan turunnya beliau a.s. di akhir zaman?

 

D. Metode Penelitian

Metode penelitian yang diambil oleh penulis yaitu penelitian pustaka (library research) baik diambil dari perpustakaan Jamiah Ahmadiyah Indonesia (Parung), perpustakaan [komputer] pribadi, maupun dari perpustakaan “digital” (internet). Sedangkan teknis penulisan skripsi ini adalah merujuk kepada buku Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi yang disusun untuk S1, S2 dan S3. Buku tersebut disusun oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA dkk di IAIN [sekarang UIN] Syarif Hidayatullah, Jakarta Selatan[16].

 

E. Sistematika Penulisan

Skripsi yang berjudul Hubungan antara Kewafatan Nabi Isa a.s. dengan Turunnya Kembali di Akhir Zaman ini disusun dalam lima bab dengan beberapa sub-bab yang rinciannya sebagai berikut:

Bab I berjudul Pendahuluan. Didalamnya dibahas Latar Belakang Masalah, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.

Dilanjutkan bab II, yaitu membahas masalah Kontroversi Penyaliban Isa a.s. Dalam bab ini terdapat empat sub judul, yaitu Definisi Penyaliban, Sekilas Mengenai Riwayat Hidup Isa a.s., Kronologi Penyaliban Isa a.s. dan Peta Perbedaan Pendapat Mengenai Isa as..

Sedangkan bab III membahas seputar Misteri Dibalik Wafatnya Isa a.s. dengan didukung oleh sub judul: Menyoroti Kewafatan Isa as. dan Beberapa Dalil & Argumen Mengenai Kewafatan Isa a.s. baik secara Naqli (Normatif) maupun ‘Aqli (Logika).

Puncak pembahasan yaitu dalam bab IV. Bab ini membahas masalah Turunnya Nabi Isa a.s. di Akhir Zaman dengan sub judul: Rekonstruksi Pemahaman Mengenai Turunnya Isa Almasih as., Beberapa Dalil dan Argumen Mengenai Turunnya Isa Almasih as. dan terakhir Pembaruan Pemikiran (Tajdîd Fikr) Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as. mengenai: Penyaliban, Kewafatan, dan Turunnya Isa Almasih as.

Terakhir, yaitu BAB V sebagai bab Penutup yang berisi Kesimpulan dan Saran.

 


[1] Malik Ghulam Farid (ed), Al Quran dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat, (Bogor:Yayasan Wisma Damai, 2002), Jilid I, hal.11-12

[2] Muhammad asy-Syarqawi, Talmud: Kitab “Hitam” Yahudi yang Menggemparkan, (Jatiwaringin: PT Sahara Intisains, 2006), Cet. Ke-4, h. 210

[3] Matius 16:16 “Jawab Simon Petrus, ‘Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!’ Lihat Lembaga Alkitab Indonesia, Alkitab Elektronik 2.0.0 – Alkitab Perjanjian Baru, (Jakarta: 1974)

[4] “Dan selamat-sejahtera atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku wafat dan pada hari aku akan dibangkitkan hidup. Itulah Isa ibnu Maryam suatu pernyataan benar yang mereka didalamnya berbantah.” (QS. [19] Maryam: 34-35). Lihat Malik Ghulam Farid (ed), op.cit, Jilid I, hal.1067

Penulisan ayat dalam skripsi ini berpedoman kepada Alquran dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat yang diterbitkan oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia. Ada satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas yang maksudnya, bila ada surat baru diwahyukan, biasanya dimulai dengan bismillah, karena Rasulullah saw. tidak mengetahui bahwa surah baru telah dimulai (HR. Abǔ Dâwǔd) Dalam hadits yang lain, dikatakan bahwa ayat bismillah itu bagian semua surat Alquran (HR Bukhâri dan HR Dâruquthnî). Lihat Malik Ghulam Farid (ed), op.cit, Jilid I, hal.6-7

[5] Muhammad asy-Syarqawi, op. cit., h. 201

[6] Ditemukan sebanyak 23 ayat Alkitab Perjanjian Baru yang terdapat kata “Juruselamat” yaitu :(Kisah Para Rasul 5:31, 13:23), (Lukas  1:47, 2:11), (Yohanes 4:42), (Filipi 3:20), (I Timotius 1:1, 2:3, 4:10), (II Timotius  1:10), (Titus  1:3, 1:4, 2:10, 2:13, 3:4, 3:6), (II Petrus  1:1, 1:11, 2:20, 3:2, 3:18), (I Yohanes  4:14) dan (Yudas  1:25) dalam Lembaga Alkitab Indonesia, Loc. Cit.

Di sisi lain, hal itu bertentangan dengan Perjanjian Lama yang menyebutkan bahwa hanya Allah-lah yang merupakan Juruselamat, tidak ada yang lain, diantaranya: “Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.” (Yesaya 43:11), “Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!” (Yesaya  45:21) dan “Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku.” (Hosea 13:4). Lihat Lembaga Alkitab Indonesia, loc.cit..

[7] Hadits Shahîh Muslîm Syarah Nawawi 18/63, Sunan Abu Dawud 4/117, Sunan Tirmizi 9/92, Sunan Ibnu Majah 2/356, Musnad Ahmad 4/181, Mustadrak Hakim 4/492. Lihat Jalaluddin Abdur Rahman As Suyuthi, A.K. Hamdi (pen.), Turunnya Isa bin Maryam pada Akhir Zaman, (Jakarta: CV Haji Masagung, 1989), h. 60-65

[8] Hadits Shahîh Bukhâri, 4/356 dan Shahîh Muslîm 2/189, 192 dalam Jalaluddin Abdur Rahman As Suyuthi, A.k. Hamdi (pen.), op cit., h.58

[9] Yohanes 12:13 “Maka mereka mengambil daun-daun palem lalu pergi menyambut Dia, sambil bersorak-sorak, ‘Pujilah Allah! Diberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan. Diberkatilah Raja Israel!’.” Lihat Lembaga Alkitab Indonesia, loc.cit..

[10] tafsir Rasulullah saw. mengenai kata maghdhûb dalam QS. Al Fâtihah [1]:7 dalam Bashiruddin Mahmud Ahmad, Abdul Wahid (Pent.), Tafsir Surah Al-Fatihah (Kutipan Tafsir Kabir), (tt: Keluarga Penerjemah: Maulwi Abdul Wahid, H.A., tth), h.73

[11] tafsir Rasulullah saw. mengenai kata dhâlîn dalam QS. Al Fâtihah [1]:7 dalam ibid.

[12] Termasuk kenikmatan kenabian, shiddiq, syahîd, dan kesalehan seperti yang tertera dalam Q.S. An Nisâ [4]:70

[13] Huttaqi, Jangan Ditunggu!!! Isa bin Maryam Tidak akan Turun di Akhir Zaman!, (tt. Dua Lautan, 2006), Cet. Ke-1, hlm sampul

[14] Huttaqi, op.cit., h. 239

[15] Ada satu fanatisme di kalangan umat Islam, bahwa mereka tidak perlu mempercayai Injil sepenuhnya. Hal ini ditentang oleh Alqurân-ul-Karîm yang meyatakan bahwa Injil itu berisi petunjuk, cahaya (Q.S. Al Mâidah [5]: 47) dan nubuatan (Q.S. Al An’âm [7]: 158). sedangkan Alquran diturunkan untuk menggenapi Injil (Q.S. Al Mâidah [5]: 49). Selain itu sebagai seorang yang beriman, kita diharuskan untuk mengimani kitab-kitab terdahulu [termasuk Injil] (Q.S. Al Baqarah [2]: 2-5).

Namun Alquran juga memberikan batasan-batasan dalam mengimani Injil. Karena dalam kitab tersebut, ada sesuatu yang disembunyikan oleh para pengikut-pengikutnya (Q.S. Al Baqarah [2]: 160) dan sudah ada pemalsuan-pemalsuan (Q.S. Al Baqarah [2]: 80 dan Âli ’Imrân [3]: 79). Oleh sebab itu, penulis memang mengutip beberapa ayat Injil (Alkitab) karena Alquran juga tidak melarangnya. Namun penulis hanya mengutip ayat-ayat yang sesuai dengan Alquran saja. hal ini karena Rasulullah saw. pernah bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَؤُنَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُوْنَهَا بِالْعَرَابِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوْا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوْهُمْ وَقَالُوْا آمَنَّا بِاللهِ وَمَا أُنْزِلَ الْآيَةَ

Dari Abu Hurairah [r.a.], ia berkata bahwasannya orang-orang Ahlul Kitab membacakan Taurat dengan bahasa Ibrani dan menafsirkannya dengan bahasa Arab kepada Ahlul Islam maka Rasulullah saw. Bersabda ’jangan kalian membenarkan [perkataan] Ahlul Kitab dan janganlah kalian mendustakan mereka dan berkatalah, kami beriman kepada Allah dan ayat-ayat yang Dia turunkan’ .” (Hadits Shahîh Al Bukhârî, kitâb At Tauhîd, Bab mâ yajûzu min tafsîrit-taurâti wa ghoirihâ min kutubillâh bil ’arabiyyati wa ghairihâ liqaulillâhi ta’âla qul fa’tû bit-taurâti fatlûha in kuntum shâdiqîn) Lihat dalam Imâm Abî ’abdillâhi Muhammad bin Ismâ’îl bin Ibrâhîm bin Mughîrah bin Bardazabah Al Bukhari Al Ja’fî, Shahîh Al Bukhârî, (tt: Dârul Fikr, 2000), Jilid IV, h. 213

[16] Azyumardi Azra, et.al., Pedoman Penulisan Skripsi, Tesis dan Disertasi IAIN Syarif Hidayatullah, (Jakarta: IAIN Jakarta Press,  Agustus 2000), Cet. Ke-1,

Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img]   
:D:angry::angry-red::evil::idea::love::x:no-comments::ooo::pirate::?::(
:sleep::););)):0
Security
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Last Updated on Tuesday, 13 April 2010 14:33
 
 

Unduhan Cinta-Islam

Populer di Cinta-Islam

powered by camp26

Donasi kepada Cinta-Islam

Catatan untuk Pengunjung

  1. Situs Cinta-Islam ini adalah situs web yang Independen dan tidak mengatasnamakan organisasi manapun.
  2. Tim Cinta-Islam bertanggung jawab penuh atas isi halaman web ini.
  3. Silakan Mengutip isi website ini, dengan menyertakan URL atau alamat sumber artikel yang dikutip. Minimal menyertakan kata "Cinta-Islam.web.id"
  4. Mengenai ketentuan pengutipan ayat Alquran didalam Cinta-Islam --sesuai dengan sabda Yang Mulia, Rasulullah saw-- maka basmalah dihitung sebagai ayat pertama. Selengkapnya, silakan disimak penjelasannya pada artikel Rahasia Basmalah
  5. Terakhir, Kami sangat berterimakasih atas kunjungan dan komentar dari saudara-saudara sekalian.

Jazakumullah ahsanal Jaza, dan terima kasih atas kunjungannya.

Statistik Pengunjung Cinta-Islam

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini657
mod_vvisit_counterKemarin2433
mod_vvisit_counterMinggu ini7642
mod_vvisit_counterMinggu Lalu39668
mod_vvisit_counterBulan ini30350
mod_vvisit_counterBulan Lalu129260
mod_vvisit_counterSemuanya1501464

We have: 42 guests, 5 bots online
IP Anda: 38.107.191.110
 , 
Hari ini: Sep 09, 2010

Pengunjung Cinta-Islam

Ranking Alexa utk Cinta-Islam

Back Link

Blognya Abunaweed

banner Coretan Dinding M'Bud

Cinta-Islam - Blogged