Artinya: “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Rahman adalah mereka yang:
Berjalan di muka bumi dengan merendahkan diri;
Dan apabila orang-orang jahil menegur mereka, mereka mengucapkan ‘selamat’.
Dan orang-orang yang melewatkan malam untuk Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkanlah dari azab Jahannam, sesungguhnya azab-Nya itu adalah kebinaaan yang besar”. Sesungguhnya jahanam itu seburuk-buruknya tempat tinggal semetara dan tempat tinggal tetap.
Dan mereka yang apabila membelanjakan harta tidaklah berlebihan
Dan tidak pula kikir, bahkan mengambil jalan tengah di antara keduanya.
Dan orang-orang yang tidak berseru beserta Allah tuhan yang lain selain Allah
Dan tidak membunuh jiwa yang telah dilarang oleh Allah, kecuali dengan alasan yang benar
Dan tidak pula melakukan zina dan barangsiapa berbuat demikian, ia akan menemui hukuman dosa.” (Al-Furqan:64-69)
Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu,
Dan ketika mereka melalui yang sia-sia, mereka berlalu dengan sikap yang mulia.
Dan orang-orang yang apabila diperingatkan dengan (tentang) tanda-tanda Tuhan mereka, tidak akan terjerumus ke dalamnya sebagai orang-orang tuli dan buta.
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami dari jodoh-jodoh kami dan keturunan kami [menjadi] penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. Orang-orang itulah yang akan dianugrahi kamar-kamar tinggi karena mereka bersabar dan mereka akan disambut di dalamnya dengan penghormatan dan do’a selamat. Mereka akan tinggal kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baiknya tempat istirahat dan tempat menetap.” (Al-Furqan :73-77)
Sebelum membahas lebih jauh, saya akan membahas arti dari kata 'Ibadur-Rahman.
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil selain Allah penolong-penolong adalah seperti perumpamaan laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya selemah-lemah rumah ialah rumah laba-laba, seandainya mereka itu mengetahui..” (Al-Ankabut : 42)
Di dalam ayat tersebut bisa diambil poin bahwa:
Orang yang menjadikan 'sandaran hidup' selain Allah Ta'ala, sama saja dengan menyandarkan diri kepada sesuatu yang lemah, layaknya sarang laba-laba yang rapuh.
Orang-orang tersebut hanya melihat manfaat duniawi yang sifatnya hanya sementara saja. Sedangkan jika menyandarkan diri kepada Allah Ta'ala, maka layaknya ia menyandarkan diri kepada sesuatu yang kokoh lagi kuat.
Dikisahkan pula (dalam ayat Alquran yang lain) bahwa kaum yang menyandarkan diri kepada duniawi dan tidak mau bersandar kepada Allah Ta'ala, maka lama-lama kaum tersebut akan dibinasakan oleh-Nya dan akan digantikan dengan kaum yang ta'at kepada-Nya. kaum-kaum itu antara lain: Âd dan Tsamûd.
Dimisalkan juga kaum yang menyandarkan diri kepada 'tuhan palsu' (misalnya: Fir'aun dan Haman), maka ia dan pengikutnya juga akan dibinasakan.
Kekuasaan, jabatan, kekuatan fisik, maupun harta-benda tidak berarti apa-apa dihadapan Allah Ta'ala. Oleh karena itu orang yang menyandarkan hidupnya kepada hal yang 'lemah' dan 'fana' itu lama-kelamaan akan hancur. Misalnya, [dikisahkan dalam Alquran bahwa] orang-orang yang menyandarkan diri kepada harta-benda, seperti Qarun, dan menganggap Allah Ta'ala tidak berarti apa-apa maka harta-benda itu tidak akan bisa menyelamatkannya dari azab, seperti Firman-Nya:
Di awal Alquran, yakni Q.S. Al Fatihah ayat pertama Dia telah memperkenalkan Diri-Nya kepada umat manusia bahwa Dia adalah Ar Rahman (Maha Pemurah) dan Ar Rahim (Maha Penyayang).
Mengenai kata Allah dalam Alquran dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat terbitan Jemaat Ahmadiyah (1997) tertulis:
Allah itu nama Dzat Maha Agung, Pemilik Tunggal semua sifat kesempurnaan dan sama sekali bebas dari segala kekurangan. Dalam bahasa Arab kata Allah itu tidak pernah dipakai untuk benda atau zat lain apa pun. Tiada bahasa lain memiliki nama tertentu atau khusus untuk Dzat Yang Maha Agung itu. Nama-nama yang terdapat dalam bahasa-bahasa lain, semuanya nama-penunjuk-sifat atau nama pemerian (pelukisan) dan seringkali dipakai dalam bentuk jamak; akan tetapi, kata "Allah" tidak pernah dipakai dalam bentuk jamak. Kata Allah itu "ism dzat," tidak "musytak," tidak diambil dari kata lain, dan tidak pernah dipakai sebagai keterangan atau sifat. Karena tiada kata lain yang sepadan, maka nama "Allah" dipergunakan di seluruh terjemahan ayat-ayat Alquran. Pandangan ini didukung oleh para alim bahasa Arab terkemuka. Menurut pendapat yang paling tepat, kata "Allah" itu, nama wujud bagi Dzat yang wajib ada-Nya menurut Dzat-Nya Sendiri, memiliki segala sifat kesempurnaan, dan huruf al adalah tidak terpisahkan dari kata itu (Lane).
Asmaa-ul-husna berasal dari bahasa Arab yang berarti:
Al-Asmaa-u yang merupakan jamak dari kata ismun yang berarti 'nama' atau 'sifat' (Kamus Aqrab). Di sini kata itu dipakai dalam kedua pengertian tersebut. Kata itu menunjuk kepada Allah, nama wujud Tuhan
dan Al-Husnaa yang merupakan kata jamak dari husnun yang berarti 'baik' atau 'bagus' (Kamus Mahmud-Yunus).
Jadi Asma-ul-husna berarti [semua] Nama-nama; lebih cenderung diartikan dengan sifat-sifat baik yang terkait dengan Allah Subhaanahu wa Ta'ala. Nama-nama tersebut Dia perkenalkan kepada para hamba-Nya melalui Alquranul-kariim. Walaupun begitu, nama-nama tersebut belum mewakili sifat-sifat-Nya yang begitu paripurna. sifat-sifat itu hanya yang bisa terwakili dengan ucapan maupun bahasa manusia. Sedangkan sifat-sifatnya yang jauh lebih sempurna tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata maupun bahasa manusia. Hakikat dari Allah Ta'ala sendiri bisa dikenal hanya dengan cara mendekatkan diri dan mensucikan diri kita kepada-Nya.
Mengapa Dia memilih menyampaikan sifat-sifat-Nya itu dalam bahasa Arab, hal ini menyangkut makna bahasa Arab yang begitu luas dan bersifat filsafat. Satu akar kata bisa dikembangkan menjadi puluhan, atau hingga ratusan. Inilah satu dari sekian sebab mengapa Alquran diturunkan memakai bahasa Arab.
Untuk 'secuil' mengenal-Nya, tidak salah kalau kita mengenal sifat-sifat-Nya terlebih dahulu. Pepatah bilang "tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta". Oleh karena itu kenalilah Dia dan Cintai Dia.
Berikut ini adalah sifat-sifatnya yang diekstrak dari Kitab Suci Alquranul Karim:
Written by Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad r.a.
Wednesday, 24 February 2010 21:43
... kami coba membuat suatu sketsa mengenai watak beliau. Dalam hubungan ini kami mempunyai bukti dari persaksian-persaksian secara kolektip yang dinyatakan kaumnya sendiri tentang watak beliau sebelum beliau menda’wakan kenabian. Pada masa itu beliau di kenal di kalangan bangsanya sebagai Al-Amin – si Jujur dan si Benar (Hisyam).
Di tiap-tiap zaman banyak orang hidup yang bersih dari tuduhan tidak jujur. Banyak juga orang yang tidak pernah dihadapkan kepada percobaan atau godaan yang berat, dan dalam urusan serta perkara biasa yang dijumpai dalam kehidupan mereka berlaku setia dan jujur, tetapi mereka tidak dipandang layak untuk ditonjolkan. Pujian istimewa hanya diberikan jika kehidupan seseorang menggambarkan beberapa nilai akhlak yang tinggi lagi menonjol. Tiap-tiap prajurit berangkat ke medan perang mempertahankan nyawanya dalam bahaya, tetapi tidak setiap prajurit Inggeris dipandang layak menerima anugerah lencana Victoria Cross; tidak pula prajurit Jerman semacam itu dianugerahi lencana Iron Cross. Beratus-ratus ribu orang Perancis bergelut dalam penyelidikan-penyelidikan ilmiah, tetapi tidak tiap-tiap orang dari antara mereka dianugerahi lencana Legion of Honour.
Situs Cinta-Islam ini adalah situs web yang Independen dan tidak mengatasnamakan organisasi manapun.
Tim Cinta-Islam bertanggung jawab penuh atas isi halaman web ini.
Silakan Mengutip isi website ini, dengan menyertakan URL atau alamat sumber artikel yang dikutip. Minimal menyertakan kata "Cinta-Islam.web.id"
Mengenai ketentuan pengutipan ayat Alquran didalam Cinta-Islam --sesuai dengan sabda Yang Mulia, Rasulullah saw-- maka basmalah dihitung sebagai ayat pertama. Selengkapnya, silakan disimak penjelasannya pada artikel Rahasia Basmalah
Terakhir, Kami sangat berterimakasih atas kunjungan dan komentar dari saudara-saudara sekalian.
Jazakumullah ahsanal Jaza, dan terima kasih atas kunjungannya.
Statistik Pengunjung Cinta-Islam
Hari ini
662
Kemarin
2433
Minggu ini
7647
Minggu Lalu
39668
Bulan ini
30355
Bulan Lalu
129260
Semuanya
1501469
We have: 38 guests, 7 bots online IP Anda: 38.107.191.111 , Hari ini: Sep 09, 2010