Banyak orang di desaku yang menggunakan ungkapan “جائته ساعته” jaa’athu saa‘atuhuu; mereka maksudkan dengan kalimat itu adalah sebagai saat kegilaannya atau saat kemarahannya atau saat khas yang maksudnya dimengerti pendengarnya.
Yang dimaksudkan dengan Sa‘ah itu adalah waktu secara mutlak. Orang-orang memutlakkan kata Sa‘ah itu kepada apa yang menyamai dengan salah satu dari 24 bagian kata “Yaum”, namun makna aslinya adalah waktu; dan Sa‘ah itu dimutlakkan kepada waktu yang diketahui pendengarnya seperti: Qiyamat Kubra atau perkara yang disepakati secara istilah atau konteknya.
Apabila kami berkata kepada musuh dengan mengancam:
قربت ساعتكم أو قربت الساعة
Maka, yang dimaksudkan dengan Sa‘ah dalam kalimat itu adalah waktu kehancuran mereka yang kami ancamkan dengan kalimat itu atau waktu kehancuran mereka telah dekat. Dan tidak mungkin yang dimaksudkan dengan kata Sa‘ah dalam kalimat itu adalah “Qiyamah Kubra” yakni Qiyamat besar telah dekat atau saat kesempatan benar-benar telah dekat.
وإني أحضّ جماعتنا على الالتزام بالدعاء المستمرّ فى هذه الأيام وبكلّ توسّل وتضرّع لصالح الأمة العربية لامرّة واحدة ولا اثنتين بل أن تثابروا على الدعاء لهم دونما انقطاع فى تهجّدكم وفى جميع صلواتكم أن تدعوا ربّكم ليتفضّل على العرب ويرحمهم وينقذهم من مصائبهم وآلامهم ويغفر لهم ويعفو عنهم وأن يعود النور الذي أشرق من بينهم إليهم بكلّ قوّة وجلال فيجعلهم الله سبحانه حملة هذا النور المحمّدي إلى العالم قاطبة وليكونوا فى الصفّ الأوّل من المضحين فى سبيل الإسلام كما كانوا كذالك من قبل فلا يكونوا من المتخلّفين (خطبة الجمعة لسيدنا حضرة امير المؤمنين خليفة المسيح الرابع وامام الجماعة الاحمدية فى اول جمع ١٩٨٤م او ١٣٦٣ الهجرية)
Dan sungguhaku telah mengintruksikan kepada jemaat kita agar mendoakan terus-menerus dalam masa-masa ini, dan dengan mendekatkan diri kepada Allah serta merendahkan diri dihadapan-Nya agar berkenan memperbaiki bangsa Arab, hal itu tidak cukup sekali dua kali bahkan agar kalian terus menerus mendoakan mereka tanpa terputus dalam Tahajjud kalian dan dalam semua shalat kalian agar kalian berdoa kepada Tuhan kalian agar Dia menganugerahkan kepada bangsa Arab, mengasihi mereka dan menyelamatkan mereka dari berbagai bencana dan kepedihan mereka, menutupi kekurangan mereka dan mengampuni dosa mereka serta mengembalikan kepada mereka cahaya yang telah bersinar di kalangan mereka dengan segala kekuatan dan kemuliaan, lalu Allah SWT menjadikan mereka pengemban Nur Muhammad ini ke seluruh dunia tanpa kecuali. Dan, agar mereka berada pada barisan terdepan diantara orang-orang yang berkorban di jalan Islam sebagaimana hal itu pernah terjadi sebelumnya dan agar mereka tidak termasuk orang-orang yang berada dibelakang. (Dikutip Sekretaris Tabligh PBJAI dari Khuthbah Jumat Pertama Sayyidina Hadhrat Amirul-Mukminin, Khalifatul-Masih IV dan Imam Jemaat Ahmadiyah ATBA tahun 1984 M (1363 HS)
Wahai Allah, karuniakanlah keutamaan kepada bangsa Arab, sayangilah mereka, selamatkanlah mereka dari berbgai bencana dan penderitaan, tutupilah kekurangan mereka, ampunilah mereka dan kembalikanlah kepada mereka cahaya yang telah memancar di kalangan mereka dengan seluruh kekuatan dan kemuliaan; jadikanlah mereka pengemban cahaya nur Muhammad ini ke seluruh dunia tanpa kecuali agar mereka termasuk pada barisan orang-orang terdepan dalam berkorban di jalan Islam sebagaimana yang demikian itu terjadi pada mereka sebelum itu agar mereka tidak termasuk pada barisan orang-orang yang berada di belakang (Abdul Rozzaq).
Orang-orang bodoh di antara manusia akan berkata “Apakah yang menyebabkan mereka berpaling dari kiblat mereka, yang mereka telah berada di atasnya?” Katakanlah,”Timur dan Barat kepunyaan Allah swt. ; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.” (Al Baqarah [2]: 143)
Dalam Tafsir Alquran dengan Terjemah dan Tafsir singkat terbitan Jemaat Ahmadiyah, dijelaskan bahwa Dalam beberapa ayat yang sudah lalu, secara khusus telah disinggung kenyataan bahwa, sesuai dengan rencana Ilahi, Nabi Ibrahim a.s. telah menempatkan istri dan putra beliau, yakni Siti Hajar dan Ismail a.s., di lembah Mekkah yang gundul dan gersang itu. Ketika Ismail a.s. tumbuh dewasa Hadhrat Ibrahim a.s. mendirikan kembali Ka’bah dengan bantuan putra beliau itu, dan selagi membangun kembali Ka’bah itu beliau mendoa kepada Tuhan agar membangkitkan di antara orang-orang Arab seirang nabi besar yang bakal menjadi Pembimbing dan Pemimpin umat manusia untuk segala masa. Dan pada saat yang telah ditentukan ketika Nabi besar itu muncul, rencana Tuhan Yang Azali mulai bekerja dan Ka’bah dijadikan “kiblat” untuk seluruh umat manusia.
Tanggal 3 Oktober 2008, Hadhrat Khalifatul Masih V(a.t.ba) menyampaikan Khutbah Jum'at di Masjid Baitul Futuh, London.
Hudhur(a.t.ba.) bersabda: Beberapa minggu lalu saya telah berbicara secara rinci mengenai sifat Allah Al-Muhaimin, yang secara umum bermakna Wujud yang memberikan perlindungan. Itu juga bermakna Wujud yang memelihara urusan-urusan dari makhluk-makhluk-Nya dan menggantikan ketakutan mereka menjadi aman. Karena para nabi yang lebih dahulu menerapkan sifat-sifat Allah [dalam dirinya], mereka juga yang lebih dahulu memperoleh manfaat dari sifat-sifat ini. Semua sifat Ilahi berlaku untuk menampakkan kebenaran seorang nabi supaya dunia boleh melihat bahwa beliau sungguh datang dari Allah.
Tanggal 26 Sepetember 2008, Hadhrat Khalifatul Masih V(a.t.b.a) menyampaikan Khutbah Jum'at di Masjid Baitul Futuh, London.
Sesudah membacakan tiga ayat terakhir dari Surat Al-Jumu'ah, Hudhur(a.t.ba.) bersabda: Ayat-ayat ini memberi-tahukan kita bahwa Jum'at mempunyai makna yang besar pada pandangan Allah dan hal inilah sebabnya Dia telah mewahyukan perintah khusus mengenainya. Pada Jum'at pertama bulan Ramadhan saya telah mengatakan dengan merujuk pada berbagai hadits bahwa ada suatu saat selama Jum'at, ketika Allah mengabulkan semua do'a. Saya berharap bahwa kebanyakan orang telah berupaya untuk mendapatkan saat-saat ini, khususnya sewaktu Jum'at dan bulan Ramadhan yang telah tiba bersamaan untuk menyediakan pengabulan do'a-do'a kita.
Situs Cinta-Islam ini adalah situs web yang Independen dan tidak mengatasnamakan organisasi manapun.
Tim Cinta-Islam bertanggung jawab penuh atas isi halaman web ini.
Silakan Mengutip isi website ini, dengan menyertakan URL atau alamat sumber artikel yang dikutip. Minimal menyertakan kata "Cinta-Islam.web.id"
Mengenai ketentuan pengutipan ayat Alquran didalam Cinta-Islam --sesuai dengan sabda Yang Mulia, Rasulullah saw-- maka basmalah dihitung sebagai ayat pertama. Selengkapnya, silakan disimak penjelasannya pada artikel Rahasia Basmalah
Terakhir, Kami sangat berterimakasih atas kunjungan dan komentar dari saudara-saudara sekalian.
Jazakumullah ahsanal Jaza, dan terima kasih atas kunjungannya.
Statistik Pengunjung Cinta-Islam
Hari ini
3461
Kemarin
5303
Minggu ini
37869
Minggu Lalu
67155
Bulan ini
193890
Bulan Lalu
107433
Semuanya
1330844
We have: 18 guests, 33 bots online IP Anda: 38.107.191.110 , Hari ini: Jul 30, 2010