|
Nasehat tentang Shalat di dalam Alquran (I) |
|
|
|
|
Written by Admin
|
|
Friday, 05 March 2010 21:55 |
|
Allah Ta'ala berfirman mengenai tujuan hidup manusia:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku" (Ad Dzariyat [51]: 56)
Salah satu Ibadah yang akan pertama kali dihisab (dihitung amalnya di akhirat) adalah Shalat. Oleh karena itu cinta-islam akan sedikit mengupas masalah ini.
Definisi
Shalat (الصلاة) berasal dari akar kata shalla (صلو) yang didalam Alquran disebut sebanyak 98 kali di 90 ayat yang berbeda. Arti dari kata tersebut adalah Shalat (kebanyakan dari ayat Alquran), Shalawat (Al Ahzab [33]:57), rahmat (Al Ahzab [33]:44), Tempat ibadah orang Yahudi (Al Hajj [22]:41), Doa (At Taubah [9]: 99, 103), keberkatan (Al Baqarah [2]: 158).
Nasehat
Beberapa nasehat Alquran tersebut antara lain:
|
|
Last Updated on Friday, 05 March 2010 22:35 |
|
Read more...
|
|
|
Tiga Belas Kriteria Hamba Tuhan |
|
|
|
|
Written by Admin
|
|
Tuesday, 02 March 2010 22:19 |
|
Allah Ta'ala Berfirman dalam Al-Furqon [25]: 64-69 dan 73-77:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا <64> وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا <65> وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ ۖ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا <66> إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا <67> وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا <68> وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا <69>
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا <73> وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا <74> وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا <75> أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا <76> خَالِدِينَ فِيهَا ۚ حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا <77>
Artinya: “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Rahman adalah mereka yang:
- Berjalan di muka bumi dengan merendahkan diri;
- Dan apabila orang-orang jahil menegur mereka, mereka mengucapkan ‘selamat’.
- Dan orang-orang yang melewatkan malam untuk Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.
- Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkanlah dari azab Jahannam, sesungguhnya azab-Nya itu adalah kebinaaan yang besar”. Sesungguhnya jahanam itu seburuk-buruknya tempat tinggal semetara dan tempat tinggal tetap.
- Dan mereka yang apabila membelanjakan harta tidaklah berlebihan
- Dan tidak pula kikir, bahkan mengambil jalan tengah di antara keduanya.
- Dan orang-orang yang tidak berseru beserta Allah tuhan yang lain selain Allah
- Dan tidak membunuh jiwa yang telah dilarang oleh Allah, kecuali dengan alasan yang benar
- Dan tidak pula melakukan zina dan barangsiapa berbuat demikian, ia akan menemui hukuman dosa.” (Al-Furqan:64-69)
- Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu,
- Dan ketika mereka melalui yang sia-sia, mereka berlalu dengan sikap yang mulia.
- Dan orang-orang yang apabila diperingatkan dengan (tentang) tanda-tanda Tuhan mereka, tidak akan terjerumus ke dalamnya sebagai orang-orang tuli dan buta.
- Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami dari jodoh-jodoh kami dan keturunan kami [menjadi] penyejuk mata kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”. Orang-orang itulah yang akan dianugrahi kamar-kamar tinggi karena mereka bersabar dan mereka akan disambut di dalamnya dengan penghormatan dan do’a selamat. Mereka akan tinggal kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baiknya tempat istirahat dan tempat menetap.” (Al-Furqan :73-77)
Sebelum membahas lebih jauh, saya akan membahas arti dari kata 'Ibadur-Rahman.
|
|
Read more...
|
|
Siapakah Teman Allah Ta'ala yang Hakiki |
|
|
|
|
Written by Admin
|
|
Monday, 01 March 2010 06:19 |
|
Allah Ta'ala berfirman:
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil selain Allah penolong-penolong adalah seperti perumpamaan laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya selemah-lemah rumah ialah rumah laba-laba, seandainya mereka itu mengetahui..” (Al-Ankabut : 42)
Di dalam ayat tersebut bisa diambil poin bahwa:
- Orang yang menjadikan 'sandaran hidup' selain Allah Ta'ala, sama saja dengan menyandarkan diri kepada sesuatu yang lemah, layaknya sarang laba-laba yang rapuh.
- Orang-orang tersebut hanya melihat manfaat duniawi yang sifatnya hanya sementara saja. Sedangkan jika menyandarkan diri kepada Allah Ta'ala, maka layaknya ia menyandarkan diri kepada sesuatu yang kokoh lagi kuat.
- Dikisahkan pula (dalam ayat Alquran yang lain) bahwa kaum yang menyandarkan diri kepada duniawi dan tidak mau bersandar kepada Allah Ta'ala, maka lama-lama kaum tersebut akan dibinasakan oleh-Nya dan akan digantikan dengan kaum yang ta'at kepada-Nya. kaum-kaum itu antara lain: Âd dan Tsamûd.
- Dimisalkan juga kaum yang menyandarkan diri kepada 'tuhan palsu' (misalnya: Fir'aun dan Haman), maka ia dan pengikutnya juga akan dibinasakan.
- Kekuasaan, jabatan, kekuatan fisik, maupun harta-benda tidak berarti apa-apa dihadapan Allah Ta'ala. Oleh karena itu orang yang menyandarkan hidupnya kepada hal yang 'lemah' dan 'fana' itu lama-kelamaan akan hancur. Misalnya, [dikisahkan dalam Alquran bahwa] orang-orang yang menyandarkan diri kepada harta-benda, seperti Qarun, dan menganggap Allah Ta'ala tidak berarti apa-apa maka harta-benda itu tidak akan bisa menyelamatkannya dari azab, seperti Firman-Nya:
|
|
Last Updated on Monday, 01 March 2010 07:06 |
|
Read more...
|
|
Apakah Perasaan Cinta dan Takut Bisa Menyatu? |
|
|
|
|
Written by Admin
|
|
Thursday, 18 February 2010 16:54 |
|
Jika kita membayangkan kata cinta, maka seakan-akan didalam hati kita timbul rasa sayang, suka, indah, ingin selalu bertemu, tak ingin lepas, ingin selalu bersama dan perasaan positif lainnya. Sedangkan apabila kita membayangkan diri kita sedang merasa ketakutan, maka perasaan seram, benci, ingin menjauh, tak ingin bertemu dan perasaan negatif lainnya.
Jika dibayangkan, akal manusia tidak akan menerima andaikata cinta dan takut itu bisa bersatu dalam satu waktu dan satu tempat, yakni hati.
|
|
Last Updated on Monday, 22 February 2010 08:26 |
|
Read more...
|
|
Bentuk Fisik Rasulullah saw. |
|
|
|
|
Written by Admin
|
|
Tuesday, 16 February 2010 22:32 |
|
Dalam satu hadits diterangkan mengenai corak fisik Rasulullah, yaitu: Anas bin Malik (ra) meriwayatkan:
Rasulullah saw. bertubuh sedang, bercorak kulit cerah, tidak putih sekali namun tidak pula hitam benar. Rambut beliau dapat dikatakan lurus dan agak berombak. Allah Ta’ala mengangkat beliau sebagai Nabi ketika berusia empat puluh tahun. Sesudah itu beliau sempat tinggal di Mekah selama tiga belas tahun. Lalu di Madinah selama sepuluh tahun. Allah memanggil beliau ke hadirat-Nya pada umur enam puluh tiga tahun. Saat itu baru sedikit saja uban yang tumbuh di rambut dan janggut beliau.
Anas (ra) juga meriwayatkan:
Rasulullah (saw) tingginya sedang; tidak tinggi benar maupun pendek; beliau tegap. Rambut beliau tidak keritingnamun tidak pula lurus sama sekali. Warna kulit beliau sedang, tapi cerah. beliau berjalan dengan gesit. Melangkah dengan tubuh sedikit condong ke depan.
|
|
Last Updated on Monday, 22 February 2010 08:26 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
|
Page 1 of 3 |