Allah Ta'ala berfirman:
بسم الله الرحمن الرحيم
Di awal Alquran, yakni Q.S. Al Fatihah ayat pertama Dia telah memperkenalkan Diri-Nya kepada umat manusia bahwa Dia adalah Ar Rahman (Maha Pemurah) dan Ar Rahim (Maha Penyayang).
Mengenai kata Allah dalam Alquran dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat terbitan Jemaat Ahmadiyah (1997) tertulis:
Keberatan besar kelima yang diajukan terhadap kami adalah bahwa kami mengingkari Jihad dalam Islam. Saya sering heran bagaimana tuduhan palsu semacam itu dapat diarahkan terhadap kami, yang mengatakan bahwa kami mengingkari Jihad, ini merupakan kedustaan. Tanpa Jihad, menurut kami, iman tidak dapat sempurna. Kelemahan Islam dan kaum Muslimin, yang menyebabkan kerusakan atau hilangnya ke
Allah Ta'ala menasehatkan dengan mengangkat profil seseorang yang benama Luqman. Sebegitu mulianya beliau, sampai-sampai dirinya dijadikan satu nama Surah dalam Alquran, yakni surat Luqman, surat yang ke-31.
Rasulullah saw diutus ke dunia adalah untuk mengembalikan jati diri umat manusia. Hal ini berdampak pada meningkatnya jati diri bangsa yang mengikuti ajaran mulia beliau saw. Beberapa bukti penting dimana beliau adalah seorang yang diutus untuk mengembalikan jati diri bangsa adalah: "inni bu'itstu liutammima makaarimal akhlaaq" yang artinya, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.
Setelah dengan singkat melukiskan peristiwa-peristiwa yang menonjol di dalam kehidupan Rasulullah saw., sekarang akan kami coba membuat suatu sketsa mengenai watak beliau. Dalam hubungan ini kami mempunyai bukti dari persaksian-persaksian secara kolektip yang dinyatakan kaumnya sendiri tentang watak beliau sebelum beliau menda’wakan kenabian. Pada masa itu beliau di kenal di kalangan bangsanya sebagai Al-Amin – si Jujur dan si Benar (Hisyam).
Basmalah atau Bismillah adalah bacaan yang sudah lazim di kalangan umat Islam. Bacaan itu biasanya diucapkan ketika membaca kitab suci Alquran maupun ketika akan memulai satu hal, misalnya makan, duduk, memulai pekerjaan dll.
Bacaan tersebut adalah:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Jika kita membayangkan kata cinta, maka seakan-akan didalam hati kita timbul rasa sayang, suka, indah, ingin selalu bertemu, tak ingin lepas, ingin selalu bersama dan perasaan positif lainnya. Sedangkan apabila kita membayangkan diri kita sedang merasa ketakutan, maka perasaan seram, benci, ingin menjauh, tak ingin bertemu dan perasaan negatif lainnya.
Jika dibayangkan, akal manusia tidak akan menerima andaikata cinta dan takut itu bisa bersatu dalam satu waktu dan satu tempat, yakni hati.
Allah Ta'ala berfirman dalam Q.S. Al Maidah [5] ayat 4:
... اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِيْنًا ...
"...pada hari ini telah Ku-sempurnakan agamamu bagimu, dan telah Ku-lengkapkan nikmat-Ku atasmu, dan telah Ku-sukai bagimu Islam sebagai agama..."
Pengertian Agama Islam